Senin, 20 Maret 2017

BUKU PANDUAN LOMBA DESAIN DAN VIDEO IFEST 2017

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Halo Para Pemuda,

Untuk memudahkan teman-teman dalam mengikuti lomba Design dan Video pada acara Islamic Festival Trilogi (IFEST) 2017, berikut kami berikan buku panduan atau booklet dari masing - masing lomba. Silahkan klik link di bawah ini :

Lomba Design goo.gl/THSbrz
Lomba Video   goo.gl/n3BJHW

Dan untuk pendaftaran melalui :
Form Pendaftaran Lomba Design goo.gl/bLu392
Form Pendaftaran Lomba Video goo.gl/bf1fGG

Semoga bermanfaat yaa, Selamat Berjuang dalam Lomba IFEST 2017. Jazakumullah Khair telah berpartisipasi dalam acara Islamic Festival Trilogi (IFEST) 2017.

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Best Regards,
LDK As-Salam Univ. Trilogi

Jumat, 17 Maret 2017

MULIAKANLAH IBUMU



    
Gambar Ilustrasi antara Ibu dan Anaknya


Oleh : Marie Indah Alfinnur
Biro Al-Qolam
Departemen Humas Dakwah Kreatif (HDK)
LDK As-Salam
As-Salam 28
AL-Fatih Generation
 #JemputHidayahdenganDakwah


Assalamu’alaykum. Warrahmaullahi Wabarakatuh. Bagi anak, orang tua terdekat yang seharusnya dijadikan sandaran untuk mendapatkan kasih sayang. Terlebih seorang ibu. Allah menjadikan seorang wanita mulia dengan kedudukannya sebagai seorang ibu. Seorang ibu adalah manusia yang kerap kali menjadi tujuan kita bertumpu. Di saat sedih, di saat semangat, atau bahkan di saat butuh bantuan, ibu selalu ada untuk kita.

Seorang ibu, laksana malaikat yang dikirim Allah SWT kepada setiap anak. Melimpahkan kasih sayangnya, memberikan perlindungannya, dan melakukan segala pengorbanan demi kebahagiaan anak-anaknya. Tak terukur perjuangan seorang ibu di kala hamil, rasa sakit dahsyat yang dirasakan ketika melahirkan, serta kelelahan demi kelelahan yang dilakukannya demi memberikan yang terbaik untuk kita.
Maka wajarlah keika Rasulullah SAW menyebutkan nama ibu hingga tiga kali sebelum menyebut nama ayah saat ditanya siapa yang patut kita perlakukan dengan baik. Karena Allah SWt memberikan karunia kasih sayang padanya, telah memberikan segenap rasa itu pada anak-anaknya.

Dari sahabat Abu Hurairah radiyallhu ‘anhu beliau berkata, “ Datang seorang pria laki-laki kepada Rasulullah kemudian dia bertanya, “Wahai Rasulullah, ssiapakah yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau bersabda, “Ibumu”, Orang tersebut bertanya lagi, “Kemudian siapa?”. Beliau bersabda, “Ibumu”. Orang tersebut bertanya lagi, “Kemudian siapa?”. Beliau bersabda, “Ibumu”. Orang tersebut bertanya lagi, “Kemudian siapa?”. Beliau bersabda, “Bapakmu.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketika kita sakit, ibulah yang bangun sepanjang malam untuk memperhatikan kondisi anaknya, sementara sebagian bessar ayah bisa tertidur lelap di kala itu. Ibu bahkan ketika kita berniat membalas jasanya dengan emas segunung pun, tak akan mampu mengganti semua yang telah ia lakukan pada kita.
Bahkan sekeras apapun perjuangan usaha kita untuk ‘menyaingi’ semua yang dilakukan ibu kepada kita, semua itu tak akan menandingi sedikit pun yang dilakukan ibu pada anak-anaknya.
Suatu hari, Ibnu Umar melihat seseorang yang sedang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Kabah. Orang tersebut lantas berkata kepadanya, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?”
Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi).
Ibu, melaluinya kita bisa merasakan betapa besar kasih sayang Allah yang dimiliki bagi setiap hambaNya. Sungguh, sebesar apapun kasih sayang seorang ibu pada anaknya, pada dasarnya semua itu tak mampu melebihi kasih sayang Allah pada hambaNya.
Namun, apakah yang sudah kita lakukan untuknya? Ketika kita kecil, pelukan ibu adalah tempat paling nyaman dan menengkan di dunia, ketika kita beranjak remaja tak sedikit dsri kita yang merasa malu dengan keberadaannya, bahkan ketika dewasa dan berumah tangga, banyak juga yang merasa terganggu dengan keberadaannya dalam rumah tangga kita.

Bahkan setelah lelah dan segala pengorbanan yang ibu lakukan pada kita, kita malah membalasnya dengan anak kurang ajar, menjadikan ibu-ibu kita sebagai pengasuh bagi anak-anak kita, melimpahkan kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai seorang ibu, lagi-lagi kepadanya.

Bahkan di masa senjanya, seorang ibu tak mengharapkan materi apapun dari anak-anaknya. Seorang ibu hanya mengharap anak-anaknya akan bahagia. Hanya itu. Sunguh tulus.

Seandainya, para wanita tahu betapa mulianya kedudukan seorang ibu, betapa indahnya surga yang dijanjikanNya bagi para ibu mulia. Sungguh, seandainya mereka mengetahuinya, maka dunia akan dipenuhi oleh para ibu penghuni surga.
Yukk kita perbaiki diri kita entah dari sikap, perbuatan, perkataan yang tidak menyenangkan kepada orang tua terutama pada ibu kita jangan pernah berhenti atau bosen untuk berbuat kebaikan sekecil apapun (sebesar biji dzarah). Waallhu’alam bishawab. Wassalamua’alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh.


Sabtu, 21 Januari 2017

BERITA ACARA

            Sabtu (21/1) Diklat Ekonomi Islam (DEI) merupakan acara dari Departemen Forum Ekonomi Syari’ah Trilogi (FEST) Lembaga Dakwah Kampus As-Salam yang bertemakan “Membangun Generasi Ekonom Rabbani yang Madani”.
            Diklat yang dilaksanakan di Ruang Kelas 410 Universitas Trilogi ini dimulai pukul 10.00 WIB. Peserta yang menghadiri pendidikan dan pelatihan Ekonomi Islam ini mencapai 32 orang.
            Kegiatan dipandu oleh MC, yaitu saudara Muhammad Saefudin (sebagai anggota KSEI FEST periode 2017). Agar kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan berkah maka dari itu dimulai dengan membaca Basmallah, yang kemudian disusul dengan pembacaan tilawah oleh saudara Muhammad Ichsan dan saritilawah oleh saudara Fauzan Herdiyansyah.




            Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Kak Rafi Rahmad Darmawan (Presidium Nasional FoSSEI 2016-2017). Beliau merupakan mahasiswa lulusan STEI Tazkia (2013) dan PM Darussalam Gontor (2012). Kak Rafi memaparkan materi terkait dengan tema yang diusung oleh panitia DEI “Mengenal FoSSEI Lebih Dekat”. Pemaparan ini disajikan dalam bentuk kajian, diantaranya pengenalan FoSSEI dan KSEI, sejarah terbentuknya FoSSEI, karakteristik FoSSEI,  visi dan misi FoSSEI, struktur keorganisasian FoSSEI, dan regulasi ekonomi syari’ah.
            Setelah pemaparan dari Kak Rafi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kedua dari Kak Zilal Afwa Ajidin (Presidium Nasional FoSSEI 2016-2017). Beliau memaparkan materi tentang “Meraih Prestasi dengan Menulis”. Materi yang dibahas dalam kajian kedua mengenai tips menulis opini. Alhamdulillah, sejak materi pertama maupun materi kedua peserta cukup antusias dalam memperhatikan penyampaian materi oleh kak Zilal.  Pukul 11.55 WIB kegiatan ditunda sambil menunggu waktu Dzuhur.
            Setelah ISHOMA, dilanjutkan kembali pemaparan materi yang terakhir, yang disampaikan oleh kak Jabbar Sambudi (Presidium Nasional FoSSEI 2015-2016). Disini, beliau memaparkan tentang bagaimana memahami ekonomi Islam secara kaffah. Peserta diklat cukup kritis dan antusias menanggapi hasil pemaparan yang ketiga ini. Penanya pertama dari saudari Latifah Husna, kedua dari saudari Anasthasya Sutrisno, dilanjutkan pertanyaan ketiga dari saudari Vinni dan yang terakhir pertanyaan dari saudari Sri Astuti.
            Setelah sesi tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dari panitia kepada ketiga pembicara. Sebelum kegiatan berakhir, adanya kegiatan hiburan berupa games “Rangking 1” untuk mengasah kapasitas para peserta terkait materi yang sudah dibahas. Games ini dimenangkan oleh saudari Marie Indah Alfinnur.
            Terakhir, kegiatan Diklat Ekonomi Islam (DEI) ditutup dengan pembacaan do’a oleh saudara Muammar Humaidi Mubin, disusul dengan pembagian hadiah kepada pemenang games dan 10 pendatang pertama.

Poin-poin pembahasan materi, kami rangkum sebagai berikut:
Materi 1
Oleh Kak Rafi Rahmad Darmawan “Merajut Ukhuwah dalam Dakwah Bernuansa Ilmiah”
·       FoSSEI (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam) adalah wadah silaturahim tingkat nasional yang mengakomodir mahasiswa pencinta ekonomi Islam yang tergabung dalam KSEI di kampus masing-masing
·       KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) merupakan perkumpulan mahasiswa yang sama-sama memiliki tujuan untuk mengkaji ilmu ekonomi Islam di masing-masing kampus. Saat ini, terdapat 125 KSEI yang bergerak aktif di seluruh Indonesia.
·       Struktur keorganisasian FoSSEI:
Ketua KSEI à KOREG (Koordinator Regional) à PRESNAS (Presidium Nasional)
·       Visi FoSSEI: Pembumian Ajaran Islam dalam Bidang Ekonomi
Penjabaran Visi:
1.     Pembinaan
2.     Kelembagaan
3.     Kebangsaan
4.     Peradaban
·       Misi FoSSEI:
1.     Memberdayakan dan mengembangkan sistem ekonomi Islam dalam tataran keilmuan dan aplikasi
2.     Menjalin ukhuwah Islamiyah antara kelompok-kelompok studi ekonomi Islam dan lembaga sejenis dengan berusaha membangun budaya Islamiyah, ilmiah, dan profesional.
·       Sejarah singkat berdirinya FoSSEI:
1.     Januari 2000, pertemuan pertama di UNDIP Semarang dengan disepakati perlunya suatu wadah dalam pergerakan ekonomi Islam di tingkat mahasiswa.
2.     Maret 2000, pertemuan kedua di UI Jakarta (second UI)
3.     11-13 Mei 2000, Kongres KSEI I di UNDIP Semarang ditetapkan sebagai tanggal berdirinya FoSSEI
4.     April 2001, MUNAS (Musyawarah Nasional) I FoSSEI di UIN Jakarta, dihasilkan 12 regional FoSSEI tersebar di Indonesia
5.     4-6 Mei 2002, Temu Ilmiah Nasional (TELMINAS) I di UNPAD
·       Karakteristik FoSSEI:
-        Ukhuwah
-        Dakwah
-        Ilmiah



Marteri 2
Oleh Kak Zilal Afwa Ajidin “Tips Menulis Opini
·       Opini adalah artikel ilmiah populer yang berisi PENDAPAT penulis yang bersifat subjektif, berdasarkan data dan fakta yang ada, tentang sebuah peristiwa.
·       Fungsi menulis:
-        Menambah ilmu
-        Sarana dakwah
-        Menambah rezeki
·       Struktur penulisan:
1.     Judul (maksimal 4 sampai 5 kata)
2.     Alinea Pembuka (Lead)
3.     Alinea Penjelas (Batang Tubuh)
4.     Alinea Penutup (Ending)
·       Teknis menulis:
1.     Pilih tema
2.     Susun alinea pertama
3.     Uraikan dengan kalimat penjelas (berdasarkan data)
4.     Buat kalimat penutup
5.     Edit ulang draft awal
6.     Langsung dikirimkan ke media massa
·       Bagi peran otak kita dalam menulis:
-        Biarkan otak kanan mengetik sesukanya, jangan dihentikan
-        Setelah selesai, editlah dengan otak kiri
·       Tips agar opini dimuat di media:
1.     Tema yang actual
2.     Gagasan/ide orsinil dan baru
3.     Kompeten dengan opini yang ditulis (sesuaikan dengan keahlian kita)
4.     Kecepatan
·       Manfaat menulis opini:
-        Terhindar dari siklus anak kosan (tukang jajan)
-        Manfaat bagi pembaca: 10 % saja pembaca tulisan kita, 1.000 orang yang tercerahkan (konsep kapitalisasi amal)
-        Dikenal zaman



Materi 3
Oleh Kak Jabbar Sambudi “Berekonomi Islam Kaffah”
·       What do you want?
-        Memahami ekonomi Islam sesuai dengan definisi iman: meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan, mengamalkan dengan perbuatan.
-        Kualitas setiap orang berbeda-beda, baik dari segi paradigmanya, cara berpikirnya, ataupun dari niatnya dalam melakukan sesuatu.
·       Sifat Islam:
-        Komprehensif
-        Universal
·       Redaksi ayat:
-        QS. Al-Maidah ayat 3, Islam sebagai agama yang sempurna
-        QS. Al-Baqarah ayat 208 tentang masuk Islam secara kaffah (menyeluruh/total)
·       Tugas (fitrah) manusia di bumi:
-        Beribadah:
a.      Ibadah mahdah: ibadah yang sudah disyaratkan namun tidak bisa kita rasionalisasikan
b.     Ibadah ghairu mahdah: ibadah yang bisa kita rasionalisasikan tujuan dan manfaatnya, contohnya: belajar, makan, tidur, dan sebagainya (jika kita niatkan untuk ibadah maka berbuah pahala bagi kita)
-        Khalifatullah (memakmurkan bumi): menjadi wali Allah dengan dasar “Untuk apa kita diciptakan sebagai khalifah di bumi?”
·       Mengenai riba:
-        Larangan riba dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 275
-        Dosa riba ada 37 tingkatan, dimana dosa riba yang paling rendah adalah seperti dosanya seorang anak yang menzinahi ibu kandungnya sendiri.
-        Riba sendiri masuk ke dalam kelompok 7 dosa besar yang harus dijauhi sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
“Jauhilah tujuh macam dosa yang bertingkat-tingkat(besar), diantaranya ialah:
1.     Syirik (mempersekutukan Allah)
2.     Sihir
3.     Membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali dengan hak
4.     Memakan harta riba
5.     Memakan harta anak yatim
6.     Lari dari peperangan
7.     Menuduh wanita yang beriman yang tidak tahu menahu dengan perbuatan buruk dengan apa yang difitnahkan kepadanya.
(HR. Bukhari dan Muslim)
·       3 karakteristik manusia agar menjadi khairu ummah:
-        Ammar ma’ruf: menyeru kepada kebaikan
-        Nahi mungkar: mencegah keburukan
-        Beriman kepada Allah (salah satunya dengan jalan dakwah)
·       Tahapan dakwah
-        Manusia sebagai USWAH (panutan/teladan/contoh)
-        Dakwah bil hikmah: menyampaikan dengan cara yang baik-baik
-        Dakwah bil qaul: menyampaikan dengan perkataan (bila tidak memiliki kekuasaan dan kekuatan)
-        Dakwah bil tadwin
-        Catatan: pendidikan karakter bukan berasal dari perkataan saja, melainkan dengan adanya uswah (panutan)

·       Istiqomah: bukan hanya konsisten, namun dengan meneguhkan hati kita dengan meyakini dalam hati kita atas ajaran Allah SWT.

Sabtu, 17 September 2016

Kajian Keputrian As-Salam

🍃🍃🍃[Kajian Keputrian As-Salam] 🍃🍃🍃
Jumat, 16 September 2016
⏰12.00-13.00
============##########=============
Moderator 👸: Kak Dika Firdiyani (Ketua Keputrian As-Salam 27)
Pemateri 👸: Ustadzah Ari
============##########=============
Tema : Hijab Solidarity

Assalamu'alaykum wr. wb. 😊😊

Ikhwahfillah pada kesempatan membahas tentang Hijab Solidarity 
Now, lets say basmallah :) ✊🏼✊🏼✊🏼✊
Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Keakhwatan LDK As-Salam Universitas Trilogi

🌷Hijab solidarity atau sering di sebut IHSD (Internasional Hijab Solidarity Day)  merupakan salah satu momen bagi para wanita muslim di beberapa negara untuk mengampanyekan pemakian hijab di dunia. Pada awalnya, IHSD diprakarsai oleh para pemeluk Islam di empat negara, yakni; Perancis, Jerman, Tunisia dan Turki. Di negara tersebut para muslimah berhijab 👭👭 seringkali mendapat diskriminasi dan kesulitan bahkan larangan untuk berhijab😱😨pada tahun 2002. Dan mereka merasa ga bebas ketika kaum muslimah disana memakai hijab. Oleh karena itu, IHSD sendiri memberikan penekanan pada makna kata Solidarity (solidaritas) yakni rasa senasib dan setia kawan.👭👭. Tapi kalau di Indonesia merupakan suatu anugerah dari Allah😄.

Point penting dalam memperingati IHSD
1. Penetapan tentang penggunaan hijab.
2. Hari peringatan Internasional Hijab.
Acara IHSD sebenarnya mempunyai makna yaitu dengan adanya perjuangan memakai hijab. 

Hijab bukan perintah manusia, temen atau siapapun. Tapi ini adalah perintah Allah melalui turunnya Al-Quran. Ada hal yang paling krusial dalam esensi 2 ayat dalam Al-Quran:

1. Q.S An-Nur : 31 

yang artinya "Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentalkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung". Asbabun Nuzul dari Q.S An-Nur:31, Hadhrami Ra meriwayatkan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang wanita yang mengenakan dua buah gelang kaki. Ketika berjalan di depan sekelompok orang, ia mengentakkan kakinya dengan maksud agar dua gelang kakinya berbunyi. (HR. Ibnu Jarir. Lihat Qurthubi: 6/4774)

Hikmahnya:

1. Taubat adalah wasilah untuk mencapai kemenangan.
2. Menetapkan adanya sebab dalam segala sesuatu.
3. Bukti perintah Allah untuk menutup dada, kecuali muka dan telapak tangan.

2. Q.S Al-Ahzab : 59 

yang artinya “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Asbabun Nuzul QS. Al-Ahzab : 59 Aisyah Ra memaparkan bahwa peristiwa ini terjadi setelah turunnya ayat hijab. Suatu saat Saudah ra, salah satu istri Rasulullah SAW, keluar rumah untuk suatu urusan. 'Umar bin Khattab ra melihat Saudah ra dan bertanya, "Mengapa kau keluar rumah?" Saudah ra bergegas pulang. Ia menemui Rasulullah SAW dan berkata, " Rasulullah, aku keluar rumah untuk suatu urusan. Namun Umar menegurku." Atas hal itu, turunlah ayat ini. Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mengizinkan kamu keluar rumah untuk suatu urusan." (HR. Bukhari)

Esensinya bukti kasih sayang Allah kepada wani muslimah karena Allah Maha Baik. Bukan sebuah paksaan tapi Allah memberi peringatan bagi yang mencintai hambaNya.

Ukhti Fillah sesungguhnya janji Allah itu Maha Benar. Sesungguhnya hijab adalah bahwa Allah memberikan hidayah, Inayah kepada wanita muslimah. Satu hal hijab butuh proses yang lambat lain tergantung orang karena iman kita seperti grafik terlihat fluktuasi. Maka bersyukurlah atas nikmat yang Allah berikan untuk berhijab. 

Yang belum berhijab semoga Allah memberikan hidayah dan digerakkan serta dibukakan hatinya yang lunak😄🙏🏻

Bagi yang sudah berhijab, mohon doanya semoga diberikan keistiqomahan, karena ini berkat Rahmat Allah.

 ﻳُﻮَاﺭِﻱ ﺳَﻮْﺁﺗِﻜُﻢْ ﻭَﺭِﻳﺸًﺎ ۖ ﻭَﻟِﺒَﺎﺱُ اﻟﺘَّﻘْﻮَﻯٰ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺧَﻴْﺮٌ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺕِ اﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺬَّﻛَّﺮُﻭﻥ
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
(QS. Al-A'raaf : 26)



Tugas kita sebagai kader penerus dakwah selanjutnya adalah merangkul yang merupakan bagian dari Istiqomah.
😊

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarokatuh😄😄😊

#AcaraAs-Salam
#DenganMabaAs-Salam28
#DepartemenKeakhwatan
#DepartemenSyiar
#BiroAl-Qolam
#As-Salam27
#KreatorPeradaban
#SpreadingKindnessWithDakwah

Hijab Bagi Muslimah

Oleh: Nurfitriyani Barokah Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat kehi...