Sabtu, 18 November 2017

Berkumpul itu Indah



Oleh   : Nurfitriyani Barokah dan Ulfahtun Tsaniyah

Editor : Siti Nur Sa’adah dan Marie Indah Alfinnur 

 
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Illahi Rabbi yang selalu memberikan nikmat dan anugerah-Nya kepada kita dari sejak dalam kandungan ibu kita hingga  saat ini. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Baginda Nabi kita Rasullullah SAW yang telah membawa kita dari zaman jahilliyah hingga ke zaman saat ini. Dan semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat wal ’afiat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.
Sahabat, tentunya Allah menciptakan manusia secara berpasang-pasangan dan secara berkelompok seperti dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13, Allah Berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.  
Sangat tak mungkin jika dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak membutuhkan orang lain untuk membantunya. Kita selalu membutuhkan orang lain dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani. Allah mentakdirkan kita bertemu dengan orang-orang yang dipilih-Nya untuk bersama kita. Seorang muslim diharapkan untuk saling mencintai dan menyayangi saudaranya sendiri seperti mencintai dirinya sendiri. “Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri” (HR. Muttafaq Alaih).
Berkumpul merupakan wadah bagi kita untuk berbagi dan saling menceritakan apa yang telah kita alami, berbagi pengalaman, berbagi ilmu, bahkan mengungkapkan kesulitan yang kita alami saat itu. Rasulullullah SAW bersabda: “Perumpaan orang-orang beriman di dalam kecintaan, kasih sayang, dan hubungan kekerabatan mereka adalah bagaikan tubuh. Bila salah satu anggotanya mengaduh sakit maka sekujur tubuhnya akan merasakan demam dan tak bisa tidur”.
Semua orang pasti mengharapkan namanya berkumpul, apalagi berkumpul dengan orang-orang yang terdekat, seperti keluarga, sanak saudara, dan sahabat.  Berkumpul membawa kebahagian dan semangat baru bagi semua orang. Seringkali orang berkata, bahwa bahagia itu sederhana, cukup dengan berkumpul dengan orang terdekat dapat mendatangkan kehangatan, sejenak melepaskan segala masalah yang ada di dalam diri. Indahnya berkumpul adalah ketika semua orang dapat melepaskan rasa rindu, bercerita ria dengan kerabat dekat sambil menikmati hidangan. Saat merasa berkumpul bersama maka akan timbul penuh perasaan canda dan tawa, tetapi seringkali waktu untuk berkumpul terasa sangat cepat berlalu. Tiba-tiba waktu telah menunjukan waktu istirahat, sehingga semuanya harus merelakan untuk melepaskan moment berkumpul. Apalagi terlihat ketika moment hari raya idul fitri, kebanyakan orang berlomba-lomba memesan tiket untuk pulang ke kampung halamannya, bisa berkumpul dengan sanak-saudara. Bersyukur bagi orang-orang yang masih diberi kelengkapan anggota keluarganya yang setiap hari bisa berkumpul dan menikmati indahnya kebersamaan dengan keluarga. Jangan biarkan kesibukanmu di dunia ini menghalangi atau menghambat       teman-teman untuk bertemu dengan sanak saudara, teman, sahabat. Selalu ada cara dan waktu bila kita menginginkannya bisa berjumpa dan meningkatkan tali silaturahim.
Islam menganjurkan bagi setiap mukmin untuk selalu bersilaturahim dengan keluarga maupun dengan orang lain. Bahkan dalam Islam tindakan pemutusan hubungan silaturahmi merupakan salah satu dosa besar. Seperti yang dicantumkan dalam hadist Tidak masuk surga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi” (HR. Bukhari, Muslim). Dari silaturahim ini akan menimbulkan rasa kasih dan sayang antar umat Muslim. Salah satu cara untuk bersilaturahim adalah berkunjung dan berkumpul bersama dengan sahabat maupun keluarga kita, karena dengan berkumpul hubungan pun akan semakin erat. Berkumpul juga sangat penting untuk kita, yaitu untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan meningkatkan relasi kita dengan mereka.
Berkumpul memang memberikan dampak positif bagi kita, namun alangkah baiknya jika kita memilih sahabat-sahabat yang kumpulan dari orang-orang sholeh atau sholehah agar kelak memberikan dampak yang baik juga untuk kita dan lebih mendekatkan kita dengan Sang Maha Pencipta. Sehingga, saat kita di akhirat nanti pun kita dapat berkumpul dengan mereka yang merupakan sahabat-sahabat surga kita. Maka dari itu persaudaraan antar mukmin sangatlah penting.

“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al-Hujurat ayat 10).

Jangan lupa ya untuk bersilaturahim dan menambah sahabat-sahabat yang mengajak kita untuk mengukir cita menuju surga ya teman-teman
Semoga kita Insya Allah kelak diperemukan kembali di surganya Allah. Aamiin, aamiin, aamiin ya Robbal ‘alamiin.
Akhir kata Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

BERSAMBUNG.....

Kapan Terakhir Kamu Baca Al-Qur’an?



Oleh    : Ulfahtun Tsaniyah
Editor : Siti Nur Sa’adah dan Marie Indah Alfinnur


Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
            Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Illahi Rabbi yang selalu memberikan nikmat dan anugerah-Nya kepada kita dari sejak dalam kandungan ibu kita hingga  saat ini. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Baginda Nabi kita Rasullullah SAW yang telah membawa kita dari zaman jahilliyah hingga ke zaman saat ini. Dan semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat wal ’afiat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.  
            Ketika kita mementingkan kesibukan dunia, jangan sampai kita melupakan Al-Qur’an. Maka dari itu, membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi seorang Muslim. Membaca Al-Qur’an harus dijadikan penerapan aplikasi sehari-hari yang tidak boleh ditinggalkan. Membaca Al-Qur’an harus dijadikan rutinitas yang wajib dikerjakan dan menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim. Dengan Al-Qur’an hati kita menjadi tenang, segala urusan yang kita kerjakan berasa lancar dan mudah, belum lagi jika kita telah meninggal dunia, Al-Qur’an menjadi penerang di alam kubur. Dalam sebuah Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda,”Bacalah Al-Qur’an karena kelak ia akan memberikan syafa’at kepada orang yang membacanya”(HR.Muslim). Untuk bisa mencapai tingkatan seperti Rasulullah SAW yang telah sampai kepada tingkatan “Haqqa Tilaawatihi” yaitu membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang sebenarnya. Tidaklah mudah, dibutuhkan upaya yang sungguh-sungguh sehingga di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
Artinya:“Orang-orang yang telah kami beri kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya, Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi”(QS. Al-Baqarah ayat 121).
Berikut cara Rasullullah SAW membaca Al-Qur’an, yaitu di antaranya:
  1. Rasulullah SAW membaca Al-Qur’an dengan tartil (benar bacaannya).
  2. Rasulullah SAW membaca Al-Qur’an baik itu di waktu pagi, siang, maupun malam hari.
  3. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan untuk membaca Al-Qur’an meskipun beliau sedang dalam keadaan musafir di atas unta beliau.
  4. Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk mengajarkan Al-Qur’an juga kepada yang lain.
  5. Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan bagi kaum muslimin untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.
  6. Rasulullah SAW bukan hanya sekedar membaca Al-qur’an saja tetapi memahami artinya, merenungi maknanya serta mengamalkannya dalam kehidupan beliau sehari-hari.

            Akan tetapi, salah satu amalan yang sering kita lupakan ialah membaca Al-Quran. Padahal kita hanya perlu meluangkan waktu satu atau dua jam setiap harinya. Tapi apa yang kita lakukan? Haha hihi di media sosial, tutup buka tab online shopping, nonton film di laptop berjam-jam atau melamunkan banyak hal tidak jelas. Untuk kegiatan seperti ini, kita nggak pernah kehabisan waktu. Sedangkan untuk Al-Quran?
Al-Quran merupakan pedoman hidup yang memuat hal-hal besar bahkan sepele sekalipun. Perdagangan? Ada. Hubungan sosial? Ada. Psikologis? Kesehatan? Semuanya ada di dalam Al-Quran, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.
Ini lah kids zaman now, mengapa kita merasa sulit meluangkan waktu? Iyap mungkin terlalu sibuk sama dunia, terlena dengan dunia. Padahal akhirat juga lebih penting untuk bekal kita lho.
Dan sungguh, akan kami isi neraka jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat) Allah. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah (Surat Al- Araaf: 179). Karena tidak ada yang tahu batas umur kita sampai kapan.
“Tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yg akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Luqman :33-34).

Sooooo..... yuk perbaiki lagi hidup ini dengan memperbanyak dan berinteraksi lagi dengan Al-Quran lagi ya teman-teman J
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
BERSAMBUNG.....

Hijab Bagi Muslimah

Oleh: Nurfitriyani Barokah Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat kehi...