“Ingatlah Idul Adha maka ingatlah sejarah dua insan dan kekasih Allah
SWT
Ibrahim AS & Ismail AS.”
Oleh : Ulfatun Tsaniyyah (Staf
Biro Al-Qolam)
Editor : Marie Indah Alfinnur
(Sekretaris Biro Al-Qolam)
Biro Al-Qolam
Departemen As-Salam Charity
LDK As-Salam
As-Salam 28
Al-Fatih Generation
#JemputHidayahdenganDakwah
Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga
dikenal dengan sebutan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang
menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai ihram,
melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai
yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Di samping Idul Adha
dinamakan hari raya haji juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada itu Allah
memberi kesempatan kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.bagi umat
muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan
untuk berkurban, yaitu dengan
menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada
Allah SWT.
Orang yang berkurban adalah orang yang berusaha
mendekatkan dirinya dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia, sedangkan qurban
dalam kaitan penyembelihan hewan qurban pada Hari Raya Idul Qurban diistilahkan
dengan Al-udhiyyah, yang sangat dianjurkan (sunnah muakadah) untuk dilakukan
oleh yang sangat dianjurkan (sunnah muakadah) untuk dilakukan oleh orang
(keluarga) yang memiliki kemampuan. Allah SWT berfirman:
Artinya:
“ Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”.(QS. Al-Kautsar
108:2).
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa
yang memiliki keleluasaan (untuk membeli hewan kurban) lalu tidak melakukannya
(tidak berkurban), maka janganlah mendekati tempat shalatku” (HR. Ahmad).
v Qurban merupakan wujud ketaatan dan
kasih sayang sesama.
Daging hewan qurban kemudian
dibagikan kepada kaum fakir miskin yang mungkin mengalami kesulitan untuk
mengkonsumsi daging, karena tidak terjangkau oleh daya beli. Saking pentingnya
penyembelihan hewan qurban ini sampai Rasulullah SAW menyatakan bahwa siapa
saja yang mempunyai kemampuan (keleluasaan untuk membeli seekor kambing) lalu
tidak berqurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami. Juga sabdanya
bahwa tidak ada amalan manusia pada Hari Raya Adha yang lebih dicintai Allah,
selain mengalirkan darah hewan (maksudnya : menyembelih hewan qurban).
Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada
tangal 10 Dzulhijjah setelah shalat Idul Adha atau pada tanggal 11, 12, dan 13.
Ketiga hari terakhir ini disebut dengan hari Tasyriq yang berarti “hari yang
berlimpah dengan daging”. Penyembelihan tidak boleh dilakukan sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha. Dalam
sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan
Muslim, Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa
yang menyembelih hewan qurban sebelum sholat maka harus menyembelih hewan lain
untuk menggantinya. Dan barangsiapa yang belum menyembelih, maka sembelih
(sesudah shalat) dan sebutlah nama Allah”.
Apabila di daerah orang yang berqurban
masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi daging, maka boleh saja hewan
tersebut disebarkan ke daerah-daerah yang betul-betul membutuhkan. Sebagaimana
dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat
Imam Ahmad dan Imam yang empat serta dishahihkan oleh Imam Turmudzi dan Ibn
Ribban. Rasullullah bersabda, empat jenis binatang yang tidak memenuhi syarat
untuk dijadikan hewan qurban, Pertama, hewan buta (sebelah) yang jelas butanya.
Kedua, binatang sakit (berpenyakit) yang jelas sakitnya. Ketiga. binatang yang
pincang, yang jelas pincangnya, keempat. binatang yang sudah tua yang tidak
bersum-sum”.
v Hikmah Qurban Pada Hari Raya Idul Adha
Menyembelih hewan qurban pada Hari Raya Haji
adalah juga untuk menghidupkan salah satu sunnah yang dicontohkan oleh
Nabiyullah Ibrahim AS yang mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih
anaknya yang sangat dicintainya, yaitu Nabiyullah Ismail AS, yang karena
ketundukkannya kemudian Allah menggantikan dirinya dengan menyembelih seekor
kibasy (domba) yang terus berlanjut sampai akhir zaman, sebagaimana diungkapkan
kisahnya dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat (37) ayat 102-111.
Selain itu qurban adalah bentuk taqarrub (usaha mendekatkan diri) kepada
Allah SWT karena kasih sayang kita pada sesama manusia, terutama pada golongan
fakir miskin yang membutuhkan. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini hubungan batin
dan persaudaraan antara golongan yang berkecukupan dengan golongan yang
berkekurangan akan terjalin. Menyayangi sesama manusia pada hakikatnya
mengundang rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT dan seluruh makhluk-Nya yang
ada di langit. Rasullullah SWA bersabda “Sayangilah
oleh kamu sekalian sesama manusia yang ada dimuka bumi, maka pasti akan
menyayangi kepada kamu makhluk yang ada di langit”.
“Karena itu
jika Anda memiliki keleluasaan materi. Marilah kita syiarkan Hari Raya Haji ini
dengan penyembelihan hewan qurban, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita
semua … Aamiin”. Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarokatuh J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar