Sabtu, 02 September 2017

IDUL ADHA 1438 H


Ingatlah Idul Adha maka ingatlah sejarah dua insan dan kekasih Allah SWT
Ibrahim AS & Ismail AS.

Oleh                     : Ulfatun Tsaniyyah (Staf Biro Al-Qolam)
Editor                  : Marie Indah Alfinnur (Sekretaris Biro Al-Qolam)
Biro Al-Qolam
Departemen As-Salam Charity
LDK As-Salam
As-Salam 28
Al-Fatih Generation
 #JemputHidayahdenganDakwah

Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebutan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Di samping Idul Adha dinamakan hari raya haji juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada itu Allah memberi kesempatan kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu  dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.
Orang yang berkurban adalah orang yang berusaha mendekatkan dirinya dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia, sedangkan qurban dalam kaitan penyembelihan hewan qurban pada Hari Raya Idul Qurban diistilahkan dengan Al-udhiyyah, yang sangat dianjurkan (sunnah muakadah) untuk dilakukan oleh yang sangat dianjurkan (sunnah muakadah) untuk dilakukan oleh orang (keluarga) yang memiliki kemampuan. Allah SWT berfirman:

 Artinya: “ Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”.(QS. Al-Kautsar 108:2).
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang memiliki keleluasaan (untuk membeli hewan kurban) lalu tidak melakukannya (tidak berkurban), maka janganlah mendekati tempat shalatku” (HR. Ahmad).

v  Qurban merupakan wujud ketaatan dan kasih sayang sesama.  
                    Daging hewan qurban kemudian dibagikan kepada kaum fakir miskin yang mungkin mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi daging, karena tidak terjangkau oleh daya beli. Saking pentingnya penyembelihan hewan qurban ini sampai Rasulullah SAW menyatakan bahwa siapa saja yang mempunyai kemampuan (keleluasaan untuk membeli seekor kambing) lalu tidak berqurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami. Juga sabdanya bahwa tidak ada amalan manusia pada Hari Raya Adha yang lebih dicintai Allah, selain mengalirkan darah hewan (maksudnya : menyembelih hewan qurban).
Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada tangal 10 Dzulhijjah setelah shalat Idul Adha atau pada tanggal 11, 12, dan 13. Ketiga hari terakhir ini disebut dengan hari Tasyriq yang berarti “hari yang berlimpah dengan daging”. Penyembelihan tidak boleh dilakukan  sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang menyembelih hewan qurban sebelum sholat maka harus menyembelih hewan lain untuk menggantinya. Dan barangsiapa yang belum menyembelih, maka sembelih (sesudah shalat) dan sebutlah nama Allah”.
Apabila di daerah orang yang berqurban masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi daging, maka boleh saja hewan tersebut disebarkan ke daerah-daerah yang betul-betul membutuhkan. Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam yang empat serta dishahihkan oleh Imam Turmudzi dan Ibn Ribban. Rasullullah bersabda, empat jenis binatang yang tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan qurban, Pertama, hewan buta (sebelah) yang jelas butanya. Kedua, binatang sakit (berpenyakit) yang jelas sakitnya. Ketiga. binatang yang pincang, yang jelas pincangnya, keempat. binatang yang sudah tua yang tidak bersum-sum”.

v  Hikmah Qurban Pada Hari Raya Idul Adha
Menyembelih hewan qurban pada Hari Raya Haji adalah juga untuk menghidupkan salah satu sunnah yang dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS yang mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya yang sangat dicintainya, yaitu Nabiyullah Ismail AS, yang karena ketundukkannya kemudian Allah menggantikan dirinya dengan menyembelih seekor kibasy (domba) yang terus berlanjut sampai akhir zaman, sebagaimana diungkapkan kisahnya dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat (37) ayat 102-111.
Selain itu qurban adalah bentuk taqarrub (usaha mendekatkan diri) kepada Allah SWT karena kasih sayang kita pada sesama manusia, terutama pada golongan fakir miskin yang membutuhkan. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini hubungan batin dan persaudaraan antara golongan yang berkecukupan dengan golongan yang berkekurangan akan terjalin. Menyayangi sesama manusia pada hakikatnya mengundang rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT dan seluruh makhluk-Nya yang ada di langit. Rasullullah SWA bersabda “Sayangilah oleh kamu sekalian sesama manusia yang ada dimuka bumi, maka pasti akan menyayangi kepada kamu makhluk yang ada di langit”.
“Karena itu jika Anda memiliki keleluasaan materi. Marilah kita syiarkan Hari Raya Haji ini dengan penyembelihan hewan qurban, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua … Aamiin”. Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarokatuh J
                                                                      






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hijab Bagi Muslimah

Oleh: Nurfitriyani Barokah Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat kehi...