Sabtu, 18 November 2017

Kapan Terakhir Kamu Baca Al-Qur’an?



Oleh    : Ulfahtun Tsaniyah
Editor : Siti Nur Sa’adah dan Marie Indah Alfinnur


Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
            Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Illahi Rabbi yang selalu memberikan nikmat dan anugerah-Nya kepada kita dari sejak dalam kandungan ibu kita hingga  saat ini. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Baginda Nabi kita Rasullullah SAW yang telah membawa kita dari zaman jahilliyah hingga ke zaman saat ini. Dan semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat wal ’afiat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.  
            Ketika kita mementingkan kesibukan dunia, jangan sampai kita melupakan Al-Qur’an. Maka dari itu, membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi seorang Muslim. Membaca Al-Qur’an harus dijadikan penerapan aplikasi sehari-hari yang tidak boleh ditinggalkan. Membaca Al-Qur’an harus dijadikan rutinitas yang wajib dikerjakan dan menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim. Dengan Al-Qur’an hati kita menjadi tenang, segala urusan yang kita kerjakan berasa lancar dan mudah, belum lagi jika kita telah meninggal dunia, Al-Qur’an menjadi penerang di alam kubur. Dalam sebuah Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda,”Bacalah Al-Qur’an karena kelak ia akan memberikan syafa’at kepada orang yang membacanya”(HR.Muslim). Untuk bisa mencapai tingkatan seperti Rasulullah SAW yang telah sampai kepada tingkatan “Haqqa Tilaawatihi” yaitu membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang sebenarnya. Tidaklah mudah, dibutuhkan upaya yang sungguh-sungguh sehingga di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
Artinya:“Orang-orang yang telah kami beri kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya, Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi”(QS. Al-Baqarah ayat 121).
Berikut cara Rasullullah SAW membaca Al-Qur’an, yaitu di antaranya:
  1. Rasulullah SAW membaca Al-Qur’an dengan tartil (benar bacaannya).
  2. Rasulullah SAW membaca Al-Qur’an baik itu di waktu pagi, siang, maupun malam hari.
  3. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan untuk membaca Al-Qur’an meskipun beliau sedang dalam keadaan musafir di atas unta beliau.
  4. Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk mengajarkan Al-Qur’an juga kepada yang lain.
  5. Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan bagi kaum muslimin untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.
  6. Rasulullah SAW bukan hanya sekedar membaca Al-qur’an saja tetapi memahami artinya, merenungi maknanya serta mengamalkannya dalam kehidupan beliau sehari-hari.

            Akan tetapi, salah satu amalan yang sering kita lupakan ialah membaca Al-Quran. Padahal kita hanya perlu meluangkan waktu satu atau dua jam setiap harinya. Tapi apa yang kita lakukan? Haha hihi di media sosial, tutup buka tab online shopping, nonton film di laptop berjam-jam atau melamunkan banyak hal tidak jelas. Untuk kegiatan seperti ini, kita nggak pernah kehabisan waktu. Sedangkan untuk Al-Quran?
Al-Quran merupakan pedoman hidup yang memuat hal-hal besar bahkan sepele sekalipun. Perdagangan? Ada. Hubungan sosial? Ada. Psikologis? Kesehatan? Semuanya ada di dalam Al-Quran, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.
Ini lah kids zaman now, mengapa kita merasa sulit meluangkan waktu? Iyap mungkin terlalu sibuk sama dunia, terlena dengan dunia. Padahal akhirat juga lebih penting untuk bekal kita lho.
Dan sungguh, akan kami isi neraka jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat) Allah. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah (Surat Al- Araaf: 179). Karena tidak ada yang tahu batas umur kita sampai kapan.
“Tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yg akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Luqman :33-34).

Sooooo..... yuk perbaiki lagi hidup ini dengan memperbanyak dan berinteraksi lagi dengan Al-Quran lagi ya teman-teman J
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
BERSAMBUNG.....

Kids Zaman NOW



Oleh   : Ulfahtun Tsaniyah

Editor : Siti Nur Sa’adah dan Marie Indah Alfinnur


Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Illahi Rabbi yang selalu memberikan nikmat dan anugerah-Nya kepada kita dari sejak dalam kandungan ibu kita hingga  saat ini. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Baginda Nabi kita Rasullullah SAW yang telah membawa kita dari zaman jahilliyah hingga ke zaman saat ini. Dan semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat wal ’afiat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.   
Dari tahun ke tahun zaman semakin banyak mengalami perubahan. Perubahan bisa mempengaruhi kehidupan manusia di bumi. Terutama mengenai perubahan pola pikir, moral, kebudayaan, gaya hidup remaja dan lain sebagainya. Perubahan ini dipengaruhi oleh masuknya budaya barat yang kurang terfilter dengan baik oleh masyarakat, hanya orang-orang yang berpikir sehatlah yang mampu menjauhkan dirinya dari dampak negatif budaya barat yang masuk. Fenomena satu ini bukan merupakan hal baru, mencampur aduk bahasa menjadi bahasa gaul sebenarnya sudah ada sejak dulu, seperti bahasa SMS yang mencampurkan antara huruf dan angka. Kemudian ketika zaman sudah berganti, bahasa gaul remaja kekinian pun bertransformasi menjadi bervariasi bentuk pengucapan dan penulisannya, seperti tercyduk, kuy, otw dan lain sebagainya.
    Semua media sosial menertawakan suramnya masa depan generasi sekarang, yang sering diutarakan dengan kata ”generasi micin” kata tersebut menjadi trending topik di media sosial yang banyak memberikan tanggapan pro dan kontra, seakan juga hal tersebut menjadi bahan tawaan. Seharusnya kita sebagai generasi bangsa yang baik dalam menanggapi hal tersebut harus berpandangan yang positif, tidak mengikuti pernyataan yang sedang trend sekarang ini, tidak boleh mengejek atau menertawakan, sebaikanya kita harus mencari solusi yang terbaik.
Dalam pandangan islam kids jaman now perlu adanya peran orang tua, karena anak adalah anugrah dari Allah SWT yang harus dijaga dan menjadikan anak sebagai amanah yang datang kepada kita untuk di didik dan bimbing dengan pendekatan agama. Rasullullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa sediktnya ada dua hal yang mempengaruhii kepribadian anak ketika menginjak dewasa yaitu, orang tua dan lingkungan.”Setiap anak dilahirkan fitrah, maka kedua irang tuanyalah yang membuat dia (memiliki karakter) yahudi, atau (memiliki karakter) nasrani atau (memiliki karakter) majusi”. –HR.Muslim.
Maka sudah jelas sekali bahwa peran orang tua sangatlah penting dalam perkembangan anak. Maka perlu dipertanyakan kepada anak-anak mereka adalah:
ร˜  Kenapa masih kecil sudah di beri mainan smartphone?
ร˜  Sudahkah para orang tua melihat isi HP anaknya, melihat story browsernya, atau melihat isi social medianya?
ร˜  Sudahkah para orang tua mengajarkan pendidikan karakter bagi anak mereka sejak dini?
ร˜  Sudahkah para orang tua memberi contoh kepada anak-anaknya untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup mereka?
ร˜  Sudahkah para orang tua memberi kasih sayang kepada anaknya sehingga dia tidak mencari kasih sayang dari orang lain?
ร˜  Dan lain sebagainya.

Tapi………….
Disamping itu semua, kita sebagai seorang anak juga perlu menyadari hakikat kita dilahirkan oleh orang tua kita ke dunia. Dimana, pada hakikatnya para orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak menjadi generasi terbaik ketika mereka tumbuh dewasa nanti.
Dengan melihat perjuangan mereka, mengasuh, membesarkan, mendidik, member bekal untuk kehidupan kita, walaupun dimata kita masih jauh dari kata “sempurna”, itulah usaha yang bisa mereka lakukan untuk kita semaksimal mungkin. Tidakkah terfikir oleh kita untuk membalas semua pengorbanan dan perjuangan mereka untuk kita?
Bagaimana cara kita membalasnya?
Mudah……
Buktikan kalau kita mampu menjadi seseorang yang bisa mewujudkan impian mereka (orang tua kita) kelak nanti. Bukan hanya untuk orang tua kita, buktikan usaha kita kepada Allah SWT. Semua usaha yang kita lakukan akan sia-sia apabila kita tidak mendapat izin dari Allah. Maka mohonlah kepada-Nya agar selalu diberi kemudahan dalam mewujudkan semua impian kita dan impian kedua orang tua kita terutama untuk menjadi GENERASI TERBAIK, generasi-generasi yang tergolong ke dalam “sebaik-baiknya ummat”.
          Teruslah belajar, teruslah mengukir mimpi, carilah sahabat yang mampu mengajakmu untuk terus memperbaiki diri, resapilah nasihat-nasihat dari orang lain yang ilmunya lebih tinggi dari kita seperti kakak kita, senior kita, guru ataupun dosen kita atau siapapun itu, maka…… insya Allah, gelar generasi terbaik yang diharapkan oleh para orang tua akan kita raih di genggaman kita.
Aamiin aamiin Allahumma aamiin..

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

BERSAMBUNG.....


Kutipan:

Minggu, 10 September 2017

SEMESTER BARU, SEMANGAT BARU


Oleh : Marie Indah Alfinnur (Sekretaris Biro Al-Qolam)
#Biro Al-Qolam
#Departemen As-Salam Charity
#As-Salam 28
#Al Fatih Generation
#LDK As-Salam
#Jemput Hidayah dengan Dakwah

Assalamu’alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh

“Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga.” (H.R Muslim)
Alhamdulillah....gimana nih kabarnya temen-temen? Semoga Allah melindungi dan merahmati kita semua di jalan dakwah ini, aamiin. Rasanya liburan semester ini cukup ya? Atau masih kurang? Hehe. Iyap nikmati saja liku-liku hidup ini. Sehari lagi menuju kehidupan kampus yang baru. Yuk diingat kalau besok adalah hari pertama perkuliahan kampus Universitas Trilogi Semester Ganjil.

Jangan sampai terlena dengan liburan panjangmu ya. Kumpulkan lagi semangat untuk menjalani perkuliahanmu di semester ganjil.
Ada beberapa tips menjalani perkuliahan semester baru ini ya J
1.         Luruskan niat
Susun dan luruskan niatmu dengan baik ya. Pastikan niatmu karena Allah Ta’ala ya. Niat yang baik akan menambah semangatmu untuk menjalani perkuliahanmu dengan menyenangkan Insya Allah.
2.         Pastikan alat tulis sudah masuk dalam tas
Yang belum memasukkan alat tulis ke dalam tas, yuk segera dimasukkan barang-barangnya. Jangan sampai besok kamu malah sibuk pinjam pulpen dan kertas binder temen sebelahmu ya.
3.         Cek jadwal dan kelas perkuliahanmu
Sudah sampai kampus tapi lupa ada kelas apa hari itu? Eits! Kamu bisa cek jadwal perkuliahanmu di SIAT ya. Klik KRS pada kolom sebelah kiri, nah kamu akan menemukan jadwal perkuliahan dengan mata kuliah yang tertera dan ada ruangannya lho! Hehe  jangan sampai salah jadwal ya dan salah masuk kelas orangJ.
4.         Atur kembali jadwal tidurmu
Liburan  biasanya membuatmu tidur larut malam, dan bangun telat. Segera persiapkan dirimu untuk menyalakan alarm sebelum tidur, kemudian segera istirahat. Perhatiakan adab-adab tidur yang baik.

Itu saja 4 tips-tips menjalani perkuliahan di awal semester ganjil ini. SEMANGAT dan nikmati PROSES di dunia perkuliahan semester baru ini. Dan jangan lupa dakwah yang kita jalani tetap di jalan Allah. Semoga Allah selalu berkahi proses mencari ilmunya. Aamiin ya Robbal alamin.

Wassalamu’alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh.


Sabtu, 02 September 2017

Samudra Doa Nabi Ibrahim

Samudra Doa Nabi Ibrahim

Oleh: Wa Jana dan Marie Indah Alfinnur (Majeli Syuro---Sekretaris Biro Al-Qolam LDK As-Salam)
Biro Al-Qolam
Departemen As-Salam Charity
LDK As-Salam
As-Salam 28
Al-Fatih Generation
 #JemputHidayahdenganDakwah

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarokatuh J
Bulan Dzulhijjah tidak bisa dilepaskan dengan kisah kekasih Allah swt, yaitu Nabi Ibrahim AS. Semasa hidupnya, sang Nabi mempunyai banyak harapan yang beliau tu--angkan dalam berbagai lantunan doa. Ada empat harapan Nabi Ibrahim yang termuat dalam doanya. Dan harapannya, menjadi hrapan kita semua yang harus diperjuangkan.
Pertama, harapan untuk dirinya. Nabi Ibrahim sangat berharap dirinya bebas dari kemusyrikan (menyekutukan Allah). “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman, jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.” (QS Ibrahim: 35).
Sayyid Quthb  dalam tafsirnya berujar, “Doa ini menampakkan adanya kenikmatan lain dari nikmat-nikmat Allah. Yakni nikmat  dikeluarkannya hati dari berbagai kegelapan dan kejahiliyahan syirik kepada cahaya beriman, bertauhid kepada Allah SWT.” Demikian pentingnya iman dalam diri kita sehingga menjadi suatu prinsip (al-dhowabith) bagi seorang Muslim.

Harapan Untuk Keluarga
Kedua, harapan untuk keluarga. Mulai dari orang tuanya, “Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, ‘Pantaskah kamu menjadi berhala-berhala sebagai Tuhan-Tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-An’am: 74).
Hingga anak keturunannya, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yng shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka taktala anak itu sampai(pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku  termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Shaffat: 100-102).
Nabi Ibrahim AS sangat berharap keluarganya, terutama ayahnya, meninggalkan perkara menyekutukan Allah SWT. Meskipun pada akhirnya hidayah Allah yang menentukan.
Ketiga, harapan untuk masyarakat, baik saat itu maupun hingga nanti. Bahkan, Nabi Ibrahim meminta kepada Allah agar suatu saat nanti, diutus seorang rasul sekalipun ia telah tiada.
“Ya Tuhan kami, utuslah untuk meeka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membaca kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab (Al-Quran), dan al-Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Baqarah:129).

 Untuk Bangsa dan Negara
Keempat, harapan untuk bangsa dan Negara. Kecintaan Nabi Ibrahim kepada umatnya semakin terlihat saat belia pun berdoa bukan hanya untuk dirinya, keluarganya, maupun masyarakat sekitar, tetapi bangsa dan negaranya beliau doakan.

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.”
Allah berfirman, “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah: 126).
Demikian harapan sang Nabi, semakin ia mendekat dan mencintai Allah, bahkan menjadi kekasih Allah, beliau semakin banyak berdoa, berharap semuanya semakin membaik. Mulai  dari diri sendiri, keluarga terdekat, masyarakat sekitar hingga bangsa dan Negara. Wallahu’alam bishawab. Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh.



IDUL ADHA 1438 H


Ingatlah Idul Adha maka ingatlah sejarah dua insan dan kekasih Allah SWT
Ibrahim AS & Ismail AS.

Oleh                     : Ulfatun Tsaniyyah (Staf Biro Al-Qolam)
Editor                  : Marie Indah Alfinnur (Sekretaris Biro Al-Qolam)
Biro Al-Qolam
Departemen As-Salam Charity
LDK As-Salam
As-Salam 28
Al-Fatih Generation
 #JemputHidayahdenganDakwah

Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebutan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Di samping Idul Adha dinamakan hari raya haji juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada itu Allah memberi kesempatan kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu  dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.
Orang yang berkurban adalah orang yang berusaha mendekatkan dirinya dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia, sedangkan qurban dalam kaitan penyembelihan hewan qurban pada Hari Raya Idul Qurban diistilahkan dengan Al-udhiyyah, yang sangat dianjurkan (sunnah muakadah) untuk dilakukan oleh yang sangat dianjurkan (sunnah muakadah) untuk dilakukan oleh orang (keluarga) yang memiliki kemampuan. Allah SWT berfirman:

 Artinya: “ Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”.(QS. Al-Kautsar 108:2).
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang memiliki keleluasaan (untuk membeli hewan kurban) lalu tidak melakukannya (tidak berkurban), maka janganlah mendekati tempat shalatku” (HR. Ahmad).

v  Qurban merupakan wujud ketaatan dan kasih sayang sesama.  
                    Daging hewan qurban kemudian dibagikan kepada kaum fakir miskin yang mungkin mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi daging, karena tidak terjangkau oleh daya beli. Saking pentingnya penyembelihan hewan qurban ini sampai Rasulullah SAW menyatakan bahwa siapa saja yang mempunyai kemampuan (keleluasaan untuk membeli seekor kambing) lalu tidak berqurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami. Juga sabdanya bahwa tidak ada amalan manusia pada Hari Raya Adha yang lebih dicintai Allah, selain mengalirkan darah hewan (maksudnya : menyembelih hewan qurban).
Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada tangal 10 Dzulhijjah setelah shalat Idul Adha atau pada tanggal 11, 12, dan 13. Ketiga hari terakhir ini disebut dengan hari Tasyriq yang berarti “hari yang berlimpah dengan daging”. Penyembelihan tidak boleh dilakukan  sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang menyembelih hewan qurban sebelum sholat maka harus menyembelih hewan lain untuk menggantinya. Dan barangsiapa yang belum menyembelih, maka sembelih (sesudah shalat) dan sebutlah nama Allah”.
Apabila di daerah orang yang berqurban masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi daging, maka boleh saja hewan tersebut disebarkan ke daerah-daerah yang betul-betul membutuhkan. Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam yang empat serta dishahihkan oleh Imam Turmudzi dan Ibn Ribban. Rasullullah bersabda, empat jenis binatang yang tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan qurban, Pertama, hewan buta (sebelah) yang jelas butanya. Kedua, binatang sakit (berpenyakit) yang jelas sakitnya. Ketiga. binatang yang pincang, yang jelas pincangnya, keempat. binatang yang sudah tua yang tidak bersum-sum”.

v  Hikmah Qurban Pada Hari Raya Idul Adha
Menyembelih hewan qurban pada Hari Raya Haji adalah juga untuk menghidupkan salah satu sunnah yang dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS yang mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya yang sangat dicintainya, yaitu Nabiyullah Ismail AS, yang karena ketundukkannya kemudian Allah menggantikan dirinya dengan menyembelih seekor kibasy (domba) yang terus berlanjut sampai akhir zaman, sebagaimana diungkapkan kisahnya dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat (37) ayat 102-111.
Selain itu qurban adalah bentuk taqarrub (usaha mendekatkan diri) kepada Allah SWT karena kasih sayang kita pada sesama manusia, terutama pada golongan fakir miskin yang membutuhkan. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini hubungan batin dan persaudaraan antara golongan yang berkecukupan dengan golongan yang berkekurangan akan terjalin. Menyayangi sesama manusia pada hakikatnya mengundang rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT dan seluruh makhluk-Nya yang ada di langit. Rasullullah SWA bersabda “Sayangilah oleh kamu sekalian sesama manusia yang ada dimuka bumi, maka pasti akan menyayangi kepada kamu makhluk yang ada di langit”.
“Karena itu jika Anda memiliki keleluasaan materi. Marilah kita syiarkan Hari Raya Haji ini dengan penyembelihan hewan qurban, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua … Aamiin”. Wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarokatuh J
                                                                      






Kamis, 17 Agustus 2017

APAKAH SEPERTI MER(D)EKA?


Oleh : Sri Astuti (Staf Biro Al-Qolam)
Editor : Marie Indah Alfinnur (Sekretaris Biro Al-Qolam)


APAKAH SEPERTI MER(D)EKA?

Merdeka!!!!
Perjuangan yang bertaruh dengan nyawa
Bayangan kematian yang selalu mengikuti
Rasa was-was yang selalu datang

Beristirahat hanya beralaskan seadanya
Kelaparan terjadi dimana-mana
Menuntut ilmu dengan perasaan cemas 
Kehidupan hanya bisa merasakan ketakutan dan rasa berharap

Peluru berterbangan yang selalu mengancam…..
Jeritan yang terdengar hanyalah ketakutan
Jantung berdetak secepat kilat setiap saat….
Ketakutan yang menjadi teman setia mereka

Merdeka bukan berarti berhenti berjuang
Tetapi merdeka adalah awal untuk berjuang
Berjuang menerjang arus kehidupan
Berjuang untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia

Kita terlalu sombong hingga lupa dengan itu semua
Tak pernah bersyukur kepada Tuhan akan kehidupan ini
Lantas………………….
Lupa akan perjuangan pahlawan kita
Yang siap mati demi masa depan kita

Apakah itu balasan kita?
Mulailah bersyukur dengan apa yang kita dapatkan
Kembangkanlah kemampuanmu dan mengabdilah kepada negara
Buktikan kepada para pahlawan kita
 Bahwa kita bisa menjaga Negeri ini!!!!!


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
#As-Salam_28
#Al-Fatih_Generation
#JemputHidayahdenganDakwah

check and follow us on:
๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
๐ŸฃTwitter : Assalam_trilogi
๐Ÿ“ฑFb : Ldk As-salam
๐Ÿ“ทIg : ldk_assalam
๐Ÿ…ฟPath : Ldk Assalam
๐Ÿ“ฎWebsite : ldkassalamtrilogi.blogspot.co.id

Hijab Bagi Muslimah

Oleh: Nurfitriyani Barokah Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat kehi...