Oleh :
Nurfitriani Barokah dan Ulfatun Tsaniyah
Editor : Marie Indah Alfinnur dan Siti Nur
Sa’adah
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke
Hadirat Illahi Rabbi yang telah memberikan nikmat serta anugerah-Nya kepada
kita hingga saat ini. Shalawat serta salam tidak lupa kita haturkan kepada
Baginda Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah
hingga zaman ini.
Sahabatku yang dimuliakan oleh Allah SWT, menuntut
ilmu adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap umat. Ilmu merupakan
jaminan bagi seseorang untuk mampu mempertahankan kedamaian kehidupannya di
dunia maupun di akhirat. Coba saja kita bayangkan, bagaimana jika kita hidup di
dunia namun kita tidak memiliki ilmu, maka niscaya hidup kita akan dalam
kesengsaraan dan dalam kegelapan. Begitu pula dengan ilmu yang tak kita miliki
jika kita tiba di akhirat nanti, apa yang dapat kita jawab dan kita
pertanggungjawabkan pada malaikat Munkar dan Nakir ketika di alam
kubur nanti. Sungguh, ilmu merupakan jembatan manuju surga bagi seorang mukmin.
“Wahai orang-orang yang beriman!
Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka
lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila
dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat
(derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” (QS.
Al-Mujadalah: 11)
Ali bin Abi Thalib r.a. pernah
berkata : “Kehormatan manusia adalah pengetahuannya. Orang-orang bijak
adalah suluh yang menerangi jalan setapak kebenaran. Di dalam pengetahuan
terletak kesempatan manusia untuk keabadian. Sementara manusia bisa mati,
kebijakan hidup abadi”
Ilmu merupakan hal yang sangat penting
bagi hidup manusia. Ketika ilmu yang kita miliki kita berikan dan saling
berbagi dengan yang lain, maka ilmu yang kita miliki akan bermanfaat dan kita
juga akan mendapatkan kemanfaatan yang melimpah dari hal tersebut. Tentunya
ilmu juga sebagai bekal bagi kita untuk hidup di dunia dan di akhirat, seperti
hadist berikut: “Barang siapa menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan
memudahkan baginya jalan ke surga, sesungguhnya para malaikat menaungkan
sayap-sayapkan pada orang-orang yang menuntut ilmu karena senang (terhadap apa
yang diperbuat)” (Riwayat Tirmidzi)
Sesungguhnya ilmu yang kita dapatkan
merupakan anugerah dari Allah SWT. Dan sudah sewajarnya bagi kita untuk
memanfaatkan ilmu tersebut di jalan Allah agar kelak kita juga mendapatkan
keberkahan dari-Nya. Bukan hanya itu, ilmu juga memberikan solusi bagi setiap
masalah yang kita hadapi. Jika kita menemui masalah tentunya kita akan bingung
tentang apa yang akan kita lakukan, namun dengan ilmu yang kita miliki Insya
Allah masalah yang kita temui akan teratasi.
“Dengan ilmu akan membuat hati menjadi lapang, meluaskan cara pandang,
membukakan cakrawala sehingga jiwa dapat keluar dari berbagai keresahan,
kegundahan, dan kesedihan.” (Dr. Aidh Al Qarni, Penulis Best Seller)
Di samping itu, ketika
kita menuntut ilmu dan selama kita mau beristiqomah di jalan Allah SWT, maka
dengan keistiqomahan kita dalam menuntut ilmu ataupun mengamalkannya, secara otomatis
kita akan mampu menjalankan hidup dengan baik untuk mencapai apa yang kita
maksud.
Oleh karena itu, kewajiban
bagi seorang Muslim untuk menuntut ilmu, baik ilmu agama yang hukumnya fardu’ain, ataupun ilmu-ilmu yang
menyangkut kemaslahatan umum dengan hukum fardhu
kifayah. Ilmu adalah sesuatu yang sangat mulia sekaligus pemberian dari
Allah SWT bagi manusia yang menjadi perantara untuk menjadi insan bertakwa. Adapun
pahala dalam menuntut ilmu sebagaimana sabda Rasullullah SAW, “Orang yang menuntut ilmu berarti menuntut
rahmat; orang yang menuntut ilmu berarti menjalankan rukun Islam dan pahala
yang diberikan kepadanya sama dengan pahala para nabi”.(H.R. Ad-Dailami
dari Anas r.a.).
Sahabat yang dimuliakan oleh Allah, tentunya kita sering
melihat orang-orang di negeri ini yang tidak memiliki pekerjaan. Bahkan hingga
usia tuanya pun ia masih harus berusaha untuk memenuhi kehidupannya. Bukan kah
hal tersebut terjadi karena ia kekurangan ilmu, sehingga ia masih harus
berjuang mencari nafkah hingga usia tua. Bersyukurlah kita jika sampai saat ini
kita masih diberikan anugerah dan kesempatan oleh Allah SWT untuk menuntut
ilmu.
Pernahkah kita terbayang, jika saat ini
kita masih berleha-leha dengan kesempatan yang Allah beri juga uang yang orang tua
kita berikan agar kita bisa menuntut ilmu, namun kemudian suatu saat kita hanya
mejadi seorang pegamen di jalanan. Tak pernah kah kita malu jika mengingat di
luar sana banyak saudara-saudara kita yang harus berjuang bahkan tak bisa
menuntut ilmu hanya karena mereka tak memiliki uang dan waktu untuk menuntut
ilmu. Tak pernah kah kita memikirkan jika saat ini kita masih sempat untuk
bermain dan membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tak bermanfaat, lalu di
masa tua nanti kita hanya menjadi bagian orang-orang yang tak berguna dan
menjadi beban bagi orang di sekitar kita. Tak pernahkah terpikir oleh kita
bahwa apa yang diberikan Allah dan orang tua kita hanya akan sia-sia karena
sampai saat ini kita masih sering bermain, bukan untuk belajar. Sungguh, ilmu dan
waktu itu merupakan anugerah dari Allah. Maka manfaatkanlah waktu kita saat ini
untuk menuntut ilmu. Jangan pernah lelah, bahkan jangan berhenti berhenti untuk
menuntut ilmu sampai Allah bilang “CUKUP!
Perjuanganmu sudah cukup, dan tibalah saatnya kamu beristirahat di sisi-Ku.”
Wallahu a’lam bish-showab...
Innallaha Ma’anna. Sungguh Allah akan
selalu bersama kita yang selalu berada di jalan-Nya untuk mencari ilmu. Aamiin
aamiin Allahumma aamiin J
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
BERSAMBUNG.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar